Wednesday, November 24, 2010

Jenazah TKW bernama Kikim masih diproses

Posted by Dany Nooryadi 1:50 AM, under , | No comments

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimain Iskandar belum bisa memastikan waktu pemulangan jenazah Kikim Komalasari ke keluarganya. Namun, saat ini Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) masih memproses pengurusannya. Kikim Komalasari adalah tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban pembunuhan majikannya di Arab Saudi. Keluarga korban ingin supaya Kikim dimakamkan di kampung halamannya. Keinginan itu disampaikan langsung kepada Menakertrans Muhaimin Iskandar saat mengunjungi rumah duka keluarga Kikim Komalasari di Kampung Babakan Hurmat, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur pada Sabtu, 20 November  lalu. Selang tak berapa lama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar juga datang berkunjung ke rumah duka. "Pihak keluarga meminta jenazah Kikim bisa dimakamkan di sini di kampung halamannya, tetapi kami belum bisa memprediksi waktu pasti pemulangan jenazah Kikim. Kami usahakan secepat mungkin," kata Muhaimin.
Muhaimin menjelaskan, tahapan proses pemulangan saat ini baru mengirimkan nota kesepahaman dari keluarga bahwa jenazah dimakamkan di kampung halamannya. Kemudian surat tersebut dibawa ke Arab Saudi oleh BNP2TKI untuk pengurusannya. Setelah jenazah menjalani visum dan tuntutan berjalan, baru jenazah bisa dipulangkan. 
Disampaikan pula oleh Muhaimin kepada keluarga korban bahwa pemerintah Indonesia berusaha agar keadilan terwujud melalui tindakan hukum kepada pelaku pembunuhan itu. Perkembangan terakhir yang diterimanya menyebutkan, kedua majikan Kikim sudah ditahan, dilakukan pemberkasan, dan masuk Mahkamah Tahkik, semacam badan reserse kriminal bila di Indonesia.
Muhaimin pun menjelaskan, saat ini pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke luar negeri masuk dalam masa transisi. Selama masa transisi ini, pengiriman TKI dibatasi dulu secara positif untuk dilakukan kajian dan analisis secara tuntas. Hal ini bukan berarti menjadi larangan, namun pada dasarnya pemerintah tengah melakukan pembatasan. Bila calon TKI tidak fit, maka ia tidak boleh berangkat. Demikian pula bila ditemukan agen di sananya (di luar negeri) tidak benar, tidak usah dilayani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Disampaikan oleh Muhaimin, bahwa saat ini sedikitnya ada 182 agen di Arab Saudi, dan pihaknya akan melakukan seleksi dan tidak melayani agen yang jelek. Bahkan, bila agen tidak beres akan dimasukkan ke dalam daftar hitam. Apabila hasil seleksi ternyatan sertifikasi agennya jelek semua, pihaknya akan memutuskan supaya tidak usah ada pengiriman TKI. Untuk memastikan itu, Muhaimin mengatakan, pihaknya akan berangkat ke Arab Saudi untuk mengumpulkan warga Indonesia. Sebab, jumlah warga Indonesia cukup besar, yakni hampir 700.000 dan jumlah TKI sekitar 500.000. "Kami akan membuat jaringan sosial politik dan ekonomi sehingga mereka bisa berfungsi sebagai alat kontrol," tandasnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar mengatakan, peraturan kebijakan perlindungan tenaga kerja harus diperkuat. Dalam UU yang mengatur TKI di luar negeri itu, masalah perlindungan tenaga kerja harus menjadi perhatian dan fokus. Sebab, saat ini tidak terlalu kuat sehingga secara hukum di dalam negeri pun pihak-pihak yang melakukan rekrutmen tidak sesuai dengan aturan sulit diberikan sanksi. "Seperti disampaikan Presiden, harus ada penanganan yang spesifik khususnya bagi perlindungan TKI di luar negeri," tegas Linda.

[ HU "PR" 21/11/10 page 1 ]

>>>>>>
Jump to : DAFTAR ISI


Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar/masukan/kritik Anda di bawah ini..

Tags

Menu (shortcut) Blog

Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Blog Archive